Kaitan Antibodi Pasien dan Keparahan Gejala Omicron

Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke Indonesia dengan tiga pasien yang sudah terkonfirmasi pada 18 Desember 2021. Pasien pertama bekerja sebagai petugas kebersihan Wisma Atlet, kemudian dua pasien yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri.

Varian Omicron disebut memiliki sifat penyebaran yang lebih cepat dibanding varian lain. Meski begitu, gejala Omicron dinilai lebih ringan dibandingkan varian Delta. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganalisis data dari 43 kasus Covid-19 di Amerika Serikat yang disebabkan oleh Omicron dan menemukan pasien umum memiliki gejala ringan seperti batuk dan flu. Dokter Adam Prabata mengatakan tingkatan Omicron mungkin lebih ringan apabila penderitanya memiliki imunitas yang baik.

“Antibodi untuk Omicron relatif tinggi kalau sudah pernah kena Covid dan vaksin dua kali,” katanya melalui akun Twitternya.

Gejala ringan Omicron itu juga dibuktikan oleh dokter yang merawat pasien Omicron di Afrika selatan. Ketua Asosiasi Medis Afrika, Angelique Coetzee, mengatakan gejalanya meliputi kelelahan, rasa sakit dan nyeri di tubuh dengan sedikit sakit kepala. Pasien yang dia tangani juga mengeluhkan tenggorokan gatal tapi tidak batuk atau kehilangan indera penciuman dan perasa, dan dia dinyatakan positif Covid-19. Selain itu, gejala ringan Omicron juga tak terlalu berdampak buruk pada paru-paru.

“Varian Omicron ditemukan 10 kali lebih lambat memperbanyak diri di paru. Fakta ini diduga dapat menjadi alasan derajat penyakit akibat varian Omicron berpotensi lebih rendah dibandingkan Delta,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan penyebaran varian Omicron di Indonesia tidak akan mengalami percepatan penularan yang signifikan dibandingkan dengan Delta. Hal itu disebabkan antibodi masyarakat telah terbentuk dengan varian Delta sehingga sudah memiliki imunitas dan dapat memperlambat percepatan dan tingkat keparahan sakit saat terinfeksi varian Omicron saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.