Faktor Risiko Bayi Terkena VDKB, Kurang Vitamin K

Vitamin K Deficiency Bleeding (VKDB) merupakan pendarahan pada bayi akibat kekurangan vitamin K. Keadaan ini juga dikenal sebagai penyakit hemoragik, yakni suatu kondisi di mana bayi baru lahir mengalami pendarahan yang tidak terkendali karena mereka tidak memiliki cukup vitamin K dalam darahnya. Lantas, bagaimana VKDB dapat dikenali?

Berdasar University of Rochester Medical Center di situs urmc.rochester.edu, gejala VKDB dapat sedikit berbeda pada setiap anak, namun umumnya mencakup:

Pendarahan saat bayi buang air besar, sehingga tinja menjadi hitam dan lengket, adanya darah dalam urine bayi, keluar darah dari sekitar tali pusar atau tempat sunat bayi, memar lebih mudah terjadi dari biasanya (mungkin terjadi di sekitar kepala dan wajah bayi), rasa kantuk yang berlebihan atau rewel yang tidak biasa.

Sementara itu, dalam kasus yang parah, kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan di dalam dan sekitar otak bayi. Tanda-tandanya bisa termasuk kejang atau banyak muntah, tidak hanya gumoh.

Beberapa gejala umum VKDB pada bayi tersebut mungkin mirip dengan gejala masalah kesehatan lainnya. Sehingga perlu memastikannya dengan menemui penyedia layanan kesehatan untuk diagnosis.

Apa faktor risiko bayi terkena VKDB?

Mengutip Stanford Children’s Health di alamat stanfordchildrenshealth.org, hal-hal yang membuat bayi berpotensi mengalami VKDB termasuk:

1. Tidak mendapatkan suntikan vitamin K saat lahir. American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua bayi baru lahir mendapatkan suntikan vitamin K. Ini dapat mencegah pendarahan parah.

2. Hanya disusui dan tidak mendapatkan suntikan vitamin K saat lahir. ASI mengandung lebih sedikit vitamin K dibandingkan susu formula yang dibuat dari susu sapi. Suntikan vitamin K akan memberikan apa yang dibutuhkan bayi yang disusui.

3. Terlahir dari ibu yang mengonsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan. Ini termasuk obat-obatan untuk kejang (antikonvulsan) dan obat-obatan untuk masalah pembekuan darah (antikoagulan).

Pada kondisi lebih lanjut, pendarahan akibat kekurangan vitamin K dapat menyebabkan masalah yang mengancam jiwa bayi. Ini termasuk pendarahan berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan otak atau kematian pada bayi.

DELFI ANA HARAHAP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.