Bersepeda Bisa Dongkrak Kesehatan Mental

Bersepeda menjadi tren saat pandemi. Selain menyehatkan secara fisik, bersepeda juga bermanfaat untuk psikis. Salah satu manfaat psikis bersepeda adalah dapat menyenangkan hati.

Dilansir dari laman betterhealth.vic.gov.au, bersepeda adalah salah satu olahraga yang menyenangkan. Bersepeda yang merupakan olahraga luar ruangan membuat Anda menjadi lebih termotivasi untuk melakukannya secara rutin.

Apalagi, bersepeda biasanya dilakukan berbarengan dengan petualangan dan jalan-jalan. Hal ini berbeda dengan olahraga lain khususnya yang berada di dalam ruang karena memerlukan waktu dan tempat khusus.

“Penelitian menunjukkan berolahraga di luar ruangan membuat kita lebih bahagia saat kita dekat dengan alam dan merasakan sinar matahari langsung. Ditambah kita akan mendapatkan lebih banyak oksigen yang menghasilkan biokimia yang berhubungan dengan kebahagiaan,” kata Chris Bradley, Psikolog Olahraga dari Universitas Loughborough Inggris, seperti dikutip oleh Tempo dari laman bikecitizens.net, Senin, 1 Agustus 2016

Masih menurut laman betterhealth.vic.gov.au, bersepeda sebagai aktivitas aerobik dimana jantung, pembuluh darah, dan paru-paru saling bersinergi membuat Anda bernapas lebih dalam, mengalami peningkatan suhu serta berkeringat.

Hal ini akan meningkatkan kebugaran Anda secara keseluruhan. Selain itu, rutin bersepeda juga dapat menurunkan tingkat stress dan mengurangi rasa cemas serta depresi karena perasaan nikmat yang didapat dari mengendarai sepeda.

Mental Health Foundation Inggris juga mengatakan hal yang serupa. Dalam bookletnya berjudul “Let’s Get Physical” mereka mengatakan bahwa aktivitas fisik yang mempengaruhi pelepasan dan penyerapan biokimia di otak akan membuat Anda jauh merasa lebih tenang dan lebih baik sehingga dapat memberikan efek positif terhadap suasana hati.

Bahkan, bersepeda juga disinyalir dapat lebih efektif menambah rasa percaya diri dibandingkan dengan cara mengkonsumsi obat-obatan. Selain itu, bersepeda juga disebut dapat mengurangi risiko demensia atau pikun berdasarkan sebuah studi yang mengatakan bahwa orang dewasa yang sering melakukan aktivitas fisik memiliki risiko 20-30 persen lebih rendah terkena demensia.

NAUFAL RIDHWAN ALY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *